Jumat, 19 Oktober 2012

puisi



Taman Kota
Weleri,23 Agustus 2012
By: Mila Jayantri
Saat tu ku duduk bersanding dg mu
Menatap indahnya langit malam
Menahan dinginnya udara malam
Mendengar kan gemercik air mancur
Diliputi pesona  nan permai
Disitulah pertemuan indah berawal
Senyummu menenangkan rasa
Menatapmu menghapus kegelisahan
Satu kata satu janji terucap
Utk selalu setia
Pelukanmu  memantapkan janji sucimu
Namun, ketika tu pula waktu mengakhiri indahnya malam
Semoga kehangatan tu selalu ada…….

CERPEN - Debu Putih




D
ebu tampak hitam menggelapkan mata hati tanpa sinar,, menutupi kesadaran .Bangkit  debu putih kan menyapamu……..

Sosok wajah yang tampan, pribadi yang luar biasa, keseharian yang cakap membuat semua wanita tergila-gila padanya. Walau manusia terdiri dari kelebihan dan kekurangan, namun tak sedikitpun kekurangan didirinya terlihat. Cinta yang tadinya dimiliki yang lain kini berada di hadapan, bagaimana bisa menepisnya ketika cinta sudah menyapa. Lima tahun tak menatap wajahnya tiba-tiba dari akun facebook temukan dirinya. Bukan mencarinya, dan bukan dicarinya cinta yang menemukan dua hati yang berbeda.  Saling komentar status, saling berkomunikasi hingga kenyamanan tu ada, terciptalah suatu kesepakatan untuk menjalin sebuah kasih. Hubungan longdistance membuat kepercayaan factor utama dalam kasih ini. Mengandalkan telepon, SMS, dan facebook untuk bertahan. Tak yakin rasanya jika kasih ini bisa bertahan lama, Tuhan menguji kasih ini,  ujian tu pun tak bisa dipertahankan dan sepakat untuk mengakhiri ketika baru menjalani kasih ini selama 2 bulan.
Hampa, kehilangan, sesak sangat terasa. Handphone yang tadinya ketika jam 3 pagi, wktu zuhur, dan magrib selalu berdering kini sepi. Tak bisa terpendam rasa ini tiap hari hanya bisa duduk terdiam termangu menatap sebuah layar monitor dengan pandangan yang kosong, tak tahu harus apa? Hanya bayanganmu yang menghias pikiran dan membekas dihati ,  hati ini bertanya sedang apa dirimu disana? Apa masih seperti dulu, atau perbedaan tu telah ada..? Hanya tangisan yang membasahi pipi mengalir ke seluruh wajah.  Akankah kembali?
Waktu terus berjalan, bangkit dari segala rasa, percaya jika Tuhan selalu menjaga hati ini, seuntai doa selalu terucap, aktifitas dijalani seperti biasanya. Hidup dikosan sepi, sunyi dihadapi dengan senyuman. Ikhlas harus pertahankan. Bola selalu berputar kadang diatas dan kadang dibawah, entah angin atau air yang membawa suatu keajaiban. Ketika hidup ini bertambah sebuah pesan singkat berdering di tengah malam, kata-kata yang tak pernah dibaca mulai terbaca lagi, ucapan syukur ku panjatkan terhadap sang Maha cinta. Tak mau kehilangan yg telah hilang lagi kejujuran terucapkan, ternyata rasa ini dan rasanya masih menyimpan kasih yang terpending. Mulai mengenal percaya, perhatian, peduli, komitmen, dan menghargai satu sama lain,  kasih pun menyatu. Bukan kehidupan namanya jika tak ada jalan berliku, naik turun. Berusaha mengalah menggapai kasih hingga akhir . Airmata tak lagi mengalir, yakin kesabaran itu kelak akan berbuah manis.
Kasih bertahan mengingat segala ucapan yang pernah terlontar, sesuatu yang menghargai akan dihargai. Rindu yang tertahan menjadi sebuah kekuatan kasih ini, cemburu yang dirasakan menjadi sebuah doa untuk saling percaya. Kini semua berubah demi mencapai asa bersama.  Kata cinta selalu terdengar jelas diindera pendengaran. Tuhan jika rasa ini bagian dari tulang rusuknya kembalikan rasa dihati ini padanya, satukan kasih ini dalam sebuah ikatan janji suci kelak, mantapakan rasa ni dengan rasanya, mantapkan rasanya dengan rasa ini, jagalah kasih ini dengan kehidupan shaleh dan shalikhah.
Tratemulyo, 01 September 2012
Mila Jayantri

Jumat, 17 Februari 2012

berjilab

Pernahkah Anda merasa kecewa, saat jilbab yang Anda beli dengan mahal, tapi ketika dikenakan jadi kurang cocok. Tapi saat dikenakan oleh teman, jilbab tersebut menjelma menjadi begitu indah. Biar tidak kecewa, kenali dulu wajah Anda.
Secara garis besar, ada lima bentuk dasar wajah, yaitu oval, bulat, kotak, segitiga, dan lonjong. Langkah kedua,  Anda harus mengenal dua gaya dasar Kerudung Modern atau Jilbab Modern .

1. Kerudung bertemu di bawah dagu
Gunakan scarf bujur sangkar dengan terlebih dahulu melipatnya hingga membentuk segiriga sama sisi dengan bagian luar lebih besar 10cm, gunanya agar tepi scarf tdk terlihat balapan. Letakkan scarf diatas ciput dgn simetris lalu pertemukan kedua sisinya di bawah dagu, kaitkan dengan peniti kecil (Jilbab Modern).

Gaya kerudung dagu ini cocok untuk Anda yg memiliki bentuk wajah bulat dan kotak. Untuk kedua bentuk wajah ini, tampilan berkerudung Anda akan terlihat lebih rapi dan  bagus jika Anda juga memakai bando bervolume.

2. Kerudung bertemu di balik tengkuk
Bahan dasar dan Cara penggunaan awal hampir sama dengan konsep kerudung bertemu di bawah dagu. Bedanya cara memakainya, scarf diletakkan diatas ciput dengan simetris, lalu tarik ujung kiri kananya ke belakang tengkuk dan ikatkan. Ambil sisa salah satu ujung scarf yang telah terikat, tarik ke arah depan dan silangkan di depan leher. Tambatkan ke tepi scarf yang berada di bawah kuping dengan menggunakan jarum pentul (Kerudung Modern).

Gaya berkerudung ini menjadikan area rahang terlihat lebih lebar. Jadi bagi Anda yang bermuka segitiga dan panjang gaya kerudung ini cocok. Sedang Anda yang memiliki bentuk wajah oval, Anda dapat memakai kedua gaya dasar berkerudung tadi, tergantung selera Anda mau pilih yang mana.

Rabu, 01 Februari 2012

puisi patah hati

Hapus Air Matamu

Ini sebuah ujian
Bukan cobaan
Allah bersamamu
Hapus Air matamu
Tak cantik bila engkau menetes air mata

Ini sebuah ujian
Bukan cobaan
Bersyukur dengan kelebihanmu

Tak ada guna engkau menyesali
Ini sebuah ujian
Bukan cobaan

Yakinlah
Jika ada kebaikan di balik ini…

Ngaliyan 12 Mei 2011
By :Mila

puisi semangat untuk menulis

Aku Terus Menulis

Aku terus menulis…
Goreskan semua rasa dan asa…
Harapkan sebuah kepuasan,
harapkan sebuah makna, tapi tak kutemukan semua…

Lagi-lagi aku hanya menulis sebuah kekosongan,
kosong yang membuat hati tersesak perih…

Aku yang selalu merasa kosong
tak mampu mengungkap rasa
selalu diam menghadapi semua

Terlalu lama kutipu diri…
Tak pernah tahu ke mana harus melangkah,
tapi aku terus saja berjalan
Tak pernah tahu siapa diri ini, apa diri ini,
hanya menutupi dengan topeng sampai aku tak mengenalinya
Apakah ini hidup?
Akankah selalu penuh dengan kepalsuan?

Hidupku selalu penuh dengan tanya
Tanya tentang makna
Tanya tentang cinta
Bahkan tentang diriku yang tak pernah kukenal

Dunia hanyalah tipuan
Tak pernah menemukan sebuah ketenangan sejati
Di tengah ramai ataupun sepi


By: MILA JAYANTRI

Sabtu, 31 Desember 2011

cerpenku


DAMAI

Sederhana itu indah, sapalah, maka kau akan temukan kedamaian.
Kalimat itu selalu terngiang di benakku. Aku sadar kini aku  beranjak dewasa, aku bertekad harus bisa hidup mandiri apapun yang tejadi ke depannya. Aku mendaftar ke perguruan tinggi Negeri Malang dan ku diterima, orangtuaku tak menyetujuinya. Aku mencoba di perguruan tinggi swsta dengan jurusan  yang sesuai kemampuanku, tetapi apalah daya orangtuaku tak mampu membiayai. Hingga akhirnya, Bapak menyuruh aku tuk sekolah di perguan tinggi negeri Islam  yang tak sesuai hatiku, guru SMA, bahkan sampai keluarga besarku tak setuju dengan keputusan bapakku. Mungkin bapakku tahu yang terbaik untukku.
“Bu, Mengapa ku harus disana?”(merengek)
“Ya sudahlah nak, kami orangtua hanya mampu menyekolahkan kamu disana. Mbakmu juga ada disana, bapak- ibu bisa tenang karena ada yang jaga kamu.”Ibu menasehatiku
“Tetapi, aku tidak suka bu? Mb, Budhe, Pak de, Om, Bu lik juga tak setuju. Mereka bilang sekolah disana susah tuk cari kerja?”
“Nak, urusan kerja itu urusan Allah, itu bukan masalah kamu sekolah dimana? Yang penting itu kemampuanmu, makanya jika kamu ingin berhasil tirakat nak dengan segala keterbatasanmu!”
“Kalau aku ditertawakan sekolah disana gimana bu? Di Dakwah lagi? Aku tak mau bu?”( Aku menangis)
“Nak, jangan kau hiraukan mereka. Orangtuamu yang membiayai kamu dan orangtuamu merestuimu sekolah disana. Restu orangtua adalah restu Allah juga.”
“Ya sudahlah Bu.”( dengan ekspresi datar)
***
Waktunya makan malam,  saya, ibu, bapak, mb berkumpul di meja makan. Aku seperti orang yang kehilangan nafsu makan. Aku diam tanpa berkata-kata. Bapakku memperhatikanku tapi ku abaikan. Suasana di ruang makan pun hening. Bapak menasehati kami semua, hidup anugerah apalagi bisa makan seperti ini, nikmatnya bukan main. Walau dengan lauk tempe goreng dan sayur asem tetapi rasanya seperti makan sate, rasa kekeluargaan inilah yang selalu bapak rindukan. Orangtuamu memang tak mengajarkan kemewahan, bapak cuma pingin anak-anak bapak menjadi orang yang sederhana walau kelak kalian kaya raya.
“Pak, apakah hidup selalu harus dibawa sederhana?”tanyaku
“Ya, dari sederhana kamu akan damai” jawabnya
“Kenapa?”
“Karena buat apa kita kaya tetapi sombong, toh semua yang ada di dunia ini bukan milik kita kan? Hanya Allah yang boleh mewah, Allah Maha segalanya.”
“Ya, tetapi apa kalau pendidikan apakah pendidikan kita harus sederhana? Padahal, ilmu itu mahal kan pak?”
“Benar, tetapi lihatlah kondisi orang yang membiayai dulu apakah mampu atau tidak, Bapak tahu apa yang kamu maksud. Kamu masih marah karena kamu gak mau sekolah disana? Apa alasanmu nak?”
“Pak, kata orang-orang lulusan disana sulit cari kerja? Bukankah aku sekolah tinggi untuk mendukung aku kerja kelak?” sinisku menjawab
“Yang mendukung kerjamu itu adalah ilmu dan pengalamanmu, bukan lulusanmu darimana? Disitu juga ada ilmu Islamnya bukan?  Nilai positif buat kamu. Kamu malah tahu dan paham Islam itu seperti apa dan bisa kamu masukkan dalam kehidupan sehari-harimu yang oranglain mungkin gak mendapatkan seperti yang kamu dapat nak. Masalah kerja itu urusan Allah, berusaha, berdoa, dan istiqamah itu kunci keberhasilanmu.” Menasehatiku dengan gamblangnya.
 “Tetapi, aku tidak bisa ilmu agama Bapak?”
“Makanya belajar, kamu pasti bisa.”
“Ya sudahlah, aku coba pak.”
Malam telah larut, semua keluargaku telah terlelap tidur. Tetapi, mataku ini sulit untuk terpejam. Aku merenungi hidupku di masa depan aku akan jadi apa. Aku tak tahu apa ini yang terbaik untukku apa tidak? Ku menangisi perjalanan hidupku yang gak aku inginkan. Tuhan, tolong kuatkan aku, bimbing aku supaya ini semua berkah untuk hidupku ke depannya. Mata ini semakin sembab, perlahan mata ini terpejam dengan sendirinya.
***
Masa aktif kuliah pun berlangsung, aku harus mengikuti OPAK (Orientasi  Pengenalan Akademik). Aku mulai menuju ke  Semarang dengan niat aku menuntut ilmu. Langkah berat terasa di hati ketika aku duduk di bus. Aku masih belum yakin apakah ini memang  jalanku. Tak terasa telah sampai di depan kampus 1 IAIN Walisongo Semarang, ku harus mencari bus lagi menuju kampus 3. Sesampainya disana, aku seperti orang hilang, hanya tengok kanan kiri. Di ruang audit ternyata sudah banyak orang, aku hanya diam dan duduk . Tiba-tiba ada seorang wanita yang mendekatiku.
“Mbak, boleh aku kenalan?”
“Ya, boleh. Mbak namanya siapa?” tanyaku dengan senyuman manis
“Intan mb, kalau kamu namanya siapa?”
“Mila mb...”
“Jangan panggil mb ah, panggil saja namaku.”
“Ok.”
Dari perkenalan itu aku memiliki teman satu,  sifat kami hampir mirip, Kami selau bersama-sama. Hingga akhirnya, kami berkenalan dengan yang lainnya. Aku pun gak sendiri lagi seperti orang hilang. Selama seminggu aku menjalani OPAK, terasa lelah dan lama sekali, rasa-rasanya aku pingin pulang ke rumah. Di Semarang, aku kos, aku mulai merasakan hidup serba sendiri, sepi tanpa orangtua. Mau berkenalan dengan mbak kos pun rikuh. Hari-hariku selalu dengan Intan teman sekampusku.  Tiap malam, aku pun sulit tidur. Rasa takut menyelimutiku.
***
Dua bulan di Semarang, aku pun merasa sesuatu yang beda. Anak-anak sekampusku pergaulannya biasa-biasa layaknya seperti aku. Tak ada penampilan yang wah seperti yang aku lihat dikampus-kampus lainnya. Aku pun merasa ini emang jalanku. Hidup di lingkungan sederhana  membuat keadaanku damai. Aku tak perlu waktu lama untuk penyesuaian dengan lingkungan sekitarku. Aku mulai akrab dengan teman-teman yang lain dan aku mulai melirik kegiatan yang ada di kampus.Bertahan di Semarang cukup lama,  dan ini  saatnya ku pulang. kampung, senangnya hatiku. Sesampainya di rumah, ku disambut bapak dan ibuku dengan senyum mereka  yang indah.
“Assalammualaikum...”
“Waalaikumsalam,,, ”
“Gimana nak kabar kamu?”tanya Ibu
Alhamdulilah, pak baik.”
“Kuliahmu gimana?”Tanya Bapak
“Hmm,,, gimana ya pak?”
“Kamu gak betah di sana? Penyebabnya apa nak?” Wajah Bapak terlihat kuatir.
“Enak kok pak, teman-temannya enak diajak bergaul, kehidupan di sana juga sederhana pak.”
“Makanya, kenapa Bapak menyuruh kamu sekolah di sana. Karena Bapak udah tahu seperti apa kehidupan di sana, dan Bapak gak akan menyesatkan anak Bapak sendiri. Selama ini kamu hidup berlebihan nak, dengan kamu hidup sendiri di sana, dengan keuangan yang sudah diatur ibumu,  Bapak yakin kamu bisa hidup mandiri dengan kesederhanaan  yang ada disana.”
“(Hanya senyuman yang bisa aku perlihatkan)”



makalah tafsir

Macam Tafsir dan Metode

Makalah
Disusun guna memenuhi tugas akhir semester
Mata kuliah   :Ulumul Qur'an








Disusun Oleh             :


MILA JAYANTRI               101211068



FAKULTAS DAKWAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2011



I.       PENDAHULUAN
Dalam bahasa arab kata tarsir berasal dari akar kata “al-fasr” kemudian diubah menjadi bentuk taf’il yaitu menjadi “al-tafsir” yang penjelasan atau keterangan.[1] Dalam kamus “Lisanul Arab” Ibnu Mansur menjelaskan bahwa kata “al-fasr” berarti menyikap sesuatu yang tertutup, sedangkan kata “at-tafsir” berarti menyingkapkan sesuatu maksud lafad musykil dan pelik.
Sebagian ulama berpendapat bahwa kata tafsir (furasa) adalah kata kerja yang terbalik dari kata “safara” yang juga berarti menyingkapkan. Pembentukan kata dari al-fasr menjadi betuk taf’il yakni “al-tafsir” adalah untuk menunjukan arti kata tafsir (banyak, sering berbuat).


II.    RUMUSAN MASALAH
A.    Macam tafsir berdasarkan metodenya
B.     Ilmu bantu tafsir
C.     Perkembangan tafsir al-Qur’an

III. PEMBAHASAN
A.    Macam Tafsir Berdasarkan Metodenya
Menurut Abdul Djalal, adanya pembagian metodologi penafsiran menjadi empat, pembagian metodologi tafsir masing-masing harus berada dalam masa pratinjau tertentu dan bukan hanya ditinjau dari segi cara penafsirannya.
Dengan demikian maka metode tafsir dapat ditinjau dari beberapa segi yaitu sebagai berikut :
1.   Sumber Penafsiran.
Ditinjau dari segi sumber penafsirannya, metode tafsir Al-Qur’an ada tiga yakni Tafsir bil Ma’tsur yaitu tafsir Al-Qur’an yang dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an di dasarkan atas sumber penafsiran dari Al-Qur’an dari riwayat para sahabat dan dari riwayat para Tabi’in. Tafsir bil Ra’yi yaitu tafsir Al-Qur’an yang didasarkan atas sumber ijtihad dan pemikiran mufassir terhadap tututan kaidah bahasa arab dan kesusastraannya, teori ilmu pengetahuan. Tafsir bil Izdiwaji ( campuran) disebut juga dengan metode campuran antara tafsir bil ma’tsur dan tafsir bil ra’yi yaitu menafsirkan Al-Qur’an yang didasarkan atas perpaduan antara sumber tafsir riwayat yang kuat dan shahih, dengan sumber hasil ijtihad akan pikiran yang sehat.
2.   Cara Penjelasannya
Dari segi penjelasannya terhadap tafsiran ayat-ayat Al-Qur’an maka metode penafsiran Al-Qur’an ada 2 macam, yaitu :
Ø  Metode Tafsir Bayani
Metode tafsir bayani yaitu tafsir Al-Qur’an yang dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an hanya memberikan keterangan secara diskriptif tanpa membandingkan riwayat, pendapat yang satu dengan yang lainnya.
Ø  Metode Tafsir Maqani
Metode tafsir maqani yaitu tafsir Al-Qur’an yang dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan cara membandingkan ayat, riwayat atau pendapat yang satu dengan yang lainnya,untuk dicari persamaan dan perbedaannya secara factor-faktor yang mempengaruhinya.
3.   Keluasaan Penjelasannya Tafsir
Dari segi keluasaan penjelasannya, tafsir Al-Qur’an dapat dibagi menjadi dua yaitu
·         Metode Tafsir Ijmali
Tafsir ijmali yaitu tafsir Al-Qur’an yang dalam menafsirkan ayat –ayat Al-Qur’an hanya dijelaskan secara global saja,tidak secara mendalam atau panjang lebar dan mudah dipahami oleh orang awam.
·         Metode Tafsir Itrabi
Tafsir itrbi yaitu kitab tafsir Al-Qur’an yang dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an dilakukan secara detail dan terperinci serta uraian yang panjang lebar sehingga menjadi jelas dan terang.
4.   Susunan dan Tata tertib Ayat
Tafsir Al-Qur’an jika ditinjau dari segi susunan dan tertib ayat yang ditafsirkan, maka metode tafsir Al-Qur’an dapat dibgi menjadi dua, yaitu  
a.       Metode Tafsir Tahlili
Metode tahlili yaitu metode tafsir Al-Qur’anyang dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an yang dilkukan secara urut dan tertib ayat dan surat sesuai dengan urutan yang terdapat dalam mushaf, yakni dimulai dari surat Al-Fatihah, Al-Baqarah, Al-Imran dan seterusnya hingga surat An-Nas.
b.      Metode Tafsir Maudu’i
Metode Maudu’I yaitu metode tafsir Al-Qur’an yang dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an dilakukan dengan cara mengumpulkan ayat-ayat berbicara tentang satu topik permasalahan tertentu. Kemudian ayat-ayat tersebut diurutkan sedemikian rupa baru selanjutnya ditafsirkan darberbagai segi secara terpadu.
B.     Ilmu Bantu Tafsir
1.      Lughah Arabiyah
Dengan lughah arabiyah akan diketahui penjelasan kata-kata tunggal dan petunjuknya.
2.      Ilmu Nahwu
Ilmu ini mempunyai peranan yang penting orang yang hafal dan juga hafal wajah-wajah bacaan,akan tergelincir didalam kehancuran apabila ia tidak menguasai ilmu nahwu. Karena perbedaan I’rab akan membawa kepada perbedaan dan perubahan makna.
3.      Ilmu Tasrif
Ilmu ini untuk mngetahui bangun dan bentuk kata. Ibnu Faris berkata : “barang siapa yang tidak memiliki ilmu tashrif,maka ia tidak memiliki ilmu yang agung”.
4.      Ilmu Istytiqaq
Ilmu ini untuk mngetahui asal dari kata. Sebab isim (kata benda) apabila istytiqaqnya dari dua asal yang berlainan, makamaknanyapun berlainan.
5.      Ilmu Ma’ani.
Ilmu ma’ani yaitu ilmu untuk mngetahui cirri khas susunan kalam didalam memberi faedah terhadap makna.
6.      Ilmu Bayan
Ilmu bayan yaitu ilmu untuk mengetahui perbedaan susunan kalam dari segi jelas dan samarnya dilalah akibat perbedaan tersebut.
7.      Ilmu Badi’
Ilmu badi’ yaitu ilmu yang untuk memperindah kalam.
8.      Ilmu Qira’ah
Ilmu ini untuk mengetahui bagaimana kita mengucapkan kalimat-kalimat Al-Qur’an dan agar dapat mentarjihkan satu wajah dari beberapa wajah yang muhtamil.
9.      Ilmu Ushuludin
Apabila memiliki ilmu ushuludin, maka akan tahu dan sanggup menta’wilkan ayat-ayat yang lahirnya bertentangan dengan sifat-sifat kesempurnaan Allah dan akan sanggup beristidlal terhadap apa-apa yang muhal, yang wajib dan yang jaiz (wenang) bagi Allah.
10.  Ilmu Ushul Fiqih
Ilmu ushul fiqih yaitu ilmu untuk mengetahui metode istidlal dan istibath hokum.
11.  Ilmu Asbabun Nuzul dan kisah-kisah
Dengan ilmu ini mufassir akan sanggup mengetahui makna ayat yang diturunkan melalui peristiwa yang diturunkan.
12.  Ilmu Nasikh Mansukh
Dengan ilmu ini maka akan tahu pendapat jumhur yang menyatakan adanya nasikh mansukh dalam Al-Qur’an dan akan mengetahui sebgian ulama yang tidak setuju terhadap nasikh mansukh dan alasan-alasannya seta cara mentaufiqkan ayat-ayat yang lahirnya tmpak berlawanan.
13.  Ilmu Fiqih
14.  Hadits
Hadits adalah hadits untuk menafsirkan yang mujmal dan menentukan yang mubham.
15.  Ilmu Mauhibah suatu ilmu yang diwariskan Allah SWT. Kepada orang yang mengamalkan ilmunya.
C.    Perkembangan Tafsir Al-Qur’an
1.      Tafsir pada masa Rasulullah
2.      Tafsir pada masa sahabat
3.      Tafsir pada masa Tabi’in
4.      Tafsir pada abad II dan III H
5.      Tafsir pada abad IV-XI H
6.      Ahli-ahli tafsir pada abad IV-XI H
7.      Tafsir pada abad XII sampai sekarang

IV.          SIMPULAN
 metode tafsir dapat ditinjau dari beberapa segi yaitu sebagai berikut :
1.      Sumber Penafsiran.
2.      Cara Penjelasannya
Dari segi penjelasannya terhadap tafsiran ayat-ayat Al-Qur’an maka metode penafsiran Al-Qur’an ada 2 macam, yaitu :
Ø  Metode Tafsir Bayani
Ø  Metode Tafsir Maqani
3.    Keluasaan Penjelasannya Tafsir
·         Metode Tafsir Ijmali .
·         Metode Tafsir Itrabi
4.Susunan dan Tata tertib Ayat
*          Metode Tafsir Tahlili.
*          Metode Tafsir Maudu’i
5.      IlMu Bantu Tafsir
ü  Lughah Arabiyah
ü  Ilmu Nahwu
ü  Ilmu Tasrif
ü  Ilmu Istytiqaq
ü  Ilmu Ma’ani.
ü  Ilmu Bayan
ü  Ilmu Badi’
ü  Ilmu Qira’ah
ü  Ilmu UshuludinIlmu Ushul Fiqih
ü  Ilmu Asbabun Nuzul dan kisah-kisah
ü  Ilmu Nasikh Mansukh
ü  Ilmu Fiqih
ü  Hadits
ü  Ilmu Mauhibah
6.      Perkembangan Tafsir Al-Qur’an
a.       Tafsir pada masa Rasulullah
b.      Tafsir pada masa sahabat
c.       Tafsir pada masa Tabi’in
d.      Tafsir pada abad II dan III H
e.       Tafsir pada abad IV-XI H
f.       Ahli-ahli tafsir pada abad IV-XI H
g.      Tafsir pada abad XII sampai sekarang

V.                       PENUTUP
Makalah ini kami susun semoga bemanfaat.Kami mohon maaf apabila ada kesalahan dan kekurangan dalam pembuatan makalah ini.Kritik dan saran dari anda semua sangat diperlukan guna pembenahan makalah ini.



[1] Drs. H. Ahmad Syadali M.A. Drs. H. Ahmad Rofi’I, Ulumul Qur’an II, (Bandung : CV. Pustaka Setia 1997),  hlm 51